ISLAM (di) NUSANTARA

Comments · 26 Views

Cara memahami Islam di Nusantara itu mudah, semudah alif ba, ta..bagi yang mempunyai jiwa

ISLAM (di) NUSANTARA
Islamnya shalat,
Nusantaranya puji-pujian sebelum shalat.
Islamnya nyuruh baca kalimah thayyibah,
Nusantaranya ada tahlilan, dzikir sehabis shalat.
Islamnya haji ke Mekah,
Nusantaranya ada manasik dulu di alun-alun pakai triplek, miniatur ka'bah.
Islamnya nyuruh bersedekah,
Nusantaranya ada bagi-bagi berkat (full gizi).
Islamnya nyuruh orang kenal nabi,
Nusantaranya ada peringatan maulid nabi, sholawatan dan pembacaan al-berzanji (biografi nabi). Maklum, kenalnya gatotkaca sama Wirosableng pendekar 212.
Islamnya nyuruh orang saling memaafkan,
Nusantaranya ada tradisi mudik dan halal bihalal pasca lebaran.
Islamnya nyuruh nutup aurat,
Nusantaranya pake sarung dan peci. Pake sorjan, blangkon, atau jeans juga nggak papa, asal jangan ketat-ketat. Kalo ke sawah pake jubah ribet soalnya.
Islamnya nyuruh berkurban,
Nusantaranya pakai kambing atau sapi (tak ada unta coy).
Islamnya nyuruh "tafaqquh fid-dien,"
Nusantaranya ada TPQ dan pesantren dan UIN/STAI/STAIN dll.
Islamnya nyuruh selalu inget Allah,
Nusantaranya ada majelis dzikir, istighasah, pengajian akbar (sampe nutup jalan segala).
Islamnya nyuruh bikin "ummatan wasathan" (ummat yang moderat),
Nusantaranya ada ormas Islam.
Islamnya nyuruh mengenang nenek moyang agar tahu asal-usul dan "tempat kembali" (bahkan sampai Nabi di Mi'rajkan agar tahu leluhur dan kelak juga kita mati) dan napak tilas sejarah Nabi Adam dan Ibrahim dalam haji,
Nusantaranya - selain haji tadi - ada tradisi ziarah walisongo, makam leluhur dan haul.
Islamnya nyuruh menghormati dan memuliakan tamu,
Nusantaranya - khususnya di beberapa daerah tertentu - selalu disilakan makan (Jawa: disuguh). Gratis.
Islamnya nyuruh mengormati orang tua,
Nusantaranya - antara lain - berbahasa kromo dan mencium tangan orang tua, dan ngopeni. (Nggak dititipin di panti kayak di AS).
Islamnya melarang memanggil Nabi dengan namanya saja,
Nusantaranya ada "Kanjeng" Nabi Muhammad, atau Sayyidina. Jangankan pada Nabi, (maaf, tidak bermaksud merendahkan; profesi ini mulia) sama tukang parkir aja kita manggil "Pak" atau " Mas".
Islamnya nyuruh "Iqra'", membaca dan belajar,
Nusantaranya ada tradisi penulisan "kitab pegon" (berbahasa jawa), syair, tembang, dll. untuk mengajarkan agama pada masyarakat.
Islamnya nyuruh diskusiin kalau ada problem ummat (wasyaawirhum fil amri),
Di sini ada "musyawarah", "batsul masail", sidang MPR, dll.
Islamnya nyuruh kita bikin negara yang aman, "baladil amin",
Nusantaranya ada NKRI.
Islamnya ngajarin bikin kesepakatan dalam membikin negara: "Piagam Madinah",
Nusantaranya ada "Pancasila" yang isinya senafas dengan islam.
Cukup? Semoga onta pada paham