Wasiat-wasiat Imam Asy-Syadzili yang Bisa Diamalkan, Bikin Hidup Tenteram

Comments · 33 Views

Siapa yang tak mengenal Imam Asy-Syadzili. Seorang ulama sufi terkemuka pendiri thariqah Syadziliyah.

Imam Asy-Syadzili sebagaimana dijumpai dalam berbagai literatur memiliki nama Ali ibn Abdillah ibn Abdul Jabbar. Imam Asy-Syadzili lahir di Maroko. Tepatnya di desa Ghamarah pada 593 hijriah.
Dua di antara guru Asy-Syadzili adalah Abu Al-Fath Al-Wasithi dan Abdul Salam ibn Masyisy. Dari Abu Al-Fath Al-Wasithi, Asy-Syadzili belajar ilmu-ilmu agama dan tasawuf.
 
Sementara Abdul Salam ibn Masyisy adalah guru yang kelak menjadi pembimbing ruhani Imam Asy-Syadzili. Di antara nasihat yang selalu diingat Asy-Syadzili dari Abdul Salam ibn Masyisy adalah “Amal paling mulia adalah empat setelah empat. Empat pertama adalah cinta kepada Allah Swt., ridha dengan ketentuan Allah Swt., zuhud, dan tawakal. Sedang empat berikutnya adalah mengerjakan yang diwajibkan Allah Swt., menjauhi yang diharamkan Allah Swt., sabar, dan menahan diri dari hal yang disukai’.
 
Selain menjadi murid ulama terkemuka di zamannya, Al-Syadzili juga merupakan guru dari seorang sufi terkemuka, yakni Abu Al-Abbas Al-Mursi. Abu Al-Abbas Al-Mursi adalah seorang sufi besar kelahiran Mursih, sebuah negeri di Andalus, pada 616 hijriah. Abu Al-Abbas Al-Mursi inilah, ulama yang kelak kata-katanya dituturkan dengan indah oleh penulis Al-Hikam, Ibn Athaillah Al-Sakandari.
 
Berikut adalah wasiat-wasiat Imam Abu Hasan Asy-Syadzili sebagaimana dituturkan oleh Dr. Makmun Gharib dalam Abu Al-Hasan Al-Syadzili: Hayatuhu, Tashawwufuhu, Talamidzuhu, wa Auraduhu dikutip dari Hayatul Hayawan Al-Kubra karya Syeikh Al-Kamal Al-Damiri.
Pegang dan laksanakanlah sifat-sifat mulia dibawah ini, niscaya kamu akan bahagia di dunia dan akhirat.
 
Janganlah kamu menjadikan orang jahat sebagai pemimpin dan pelindung. Janganlah kamu menjadikan orang-orang beriman sebagai musuh.
 
Hiduplah di dunia ini dengan bekal ketaqwaan. Siapkan amal saleh sebanyak mungkin untuk menghadapi kematian. Yakinlah selalu bahwa Allah Swt., hanya satu dan Rasulullah Saw. sebagai pembawa risalah-Nya. Serta beramal saleh secara terus-menerus, meski sedikit sekalipun.
Bacalah selalu doa ini:
امَنْتُ بِاللهِ وَمَلئِكَتِه وَكُتُبِه وَرُسُلِه
Amantu billahi, wa mala’ikatihi, wa kutubihi, wa rusulihi.
Aku senantiasa beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab dan rasul-rasul-Nya.
سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ
Sami’na wa atha’na, ghufranaka rabbana wa ilaikal mashir.
Kami mendengar dan kami juga menaati-Nya, ya Allah berikanlah ampunan-Mu kepada kami, hanya kepada-Mu tempat kembali.
 
Siapa saja yang senantiasa melaksanakan sifat-sifat mulia di atas, Allah akan menjamin empat hal ketika di dunia dan empat hal ketika di akhirat kelak.
 
Empat hal ketika di dunia itu adalah selalu jujur dalam berbicara, ikhlas dalam beramal, dianugerahi rezeki yang melimpah laksana hujan deras, dan terjaga dari setiap kejahatan. Sedangkan empat hal ketika di akhirat kelak adalah meraih ampunan yang besar dari Allah, dekat dengan Allah, masuk surga penuh kenikmatan, serta akan meraih derajat yang sangat tinggi dan mulia.
 
Jika engkau menginginkan agar senantiasa jujur, maka dawamkanlah membaca surah Al-Qadar. Jika engkau menghendaki rizqi yang melimpah laksana hujan, maka dawamkanlah membaca surah Al-Falaq. Jika engkau menginginkan selamat dari kejahatan manusia, maka perbanyaklah membaca surah An-Nas. Jika engkau menghendaki mendapatkan banyak kebaikan, rezeki dan keberkahan, maka dawamkanlah membaca:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ الْمَلِكِ الْحَقِّ الْمُبِيْنِ, هُوَ نِعْمَ الْمَوْلى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ
Bismillahir rahmanir rahim al-malikil haqqil mubin, huwa ni’mal maula wa ni’man nashir.
Dengan menyebut nama Allah, yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Dia Maha Berkuasa, Maha Benar dan Maha Nyata, Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
 
Dengan juga membaca surah Al-Waqiah dan surah Yasin. Dengan izin-Nya akan datang kepadamu laksana hujan lebat. Demikianlah sebagian dari wasiat-wasiat Imam Asy-Syadzili.